Macam Macam Adat Sulawesi Selatan

Macam Macam Adat Sulawesi Selatan – Bahasa ialah salah satu pemersatu bangsa yang pula ialah alat buat berbicara dampingi sesama masyarakat. Nah di Sulawesi Selatan sendiri bahasa wilayah yang dipakai merupakan bahasa Bugis( bahasa Ugi). Dimana bahasa ini ialah bahasa asli orang Bugis. Sebagian tutur ataupun aksen yang tercantum dalam bahasa Bugis seperti yang sudah di rangkum oleh berita sulawesi seperti Pangkep, Bone, Camba, Sidrap, Wajo, Sinjai, Sawitto, Barru, Lawu serta sedang banyak yang lain. Sebaliknya buat kaum Makasar memakai bahasa wilayah Mangasara( Mangasarak) yang menggapai pedaran area di Gowa, Pangkep, Maros, Jeneponto, Takalar, Bantaeng, serta Makasar.

Buat bahasa Mangasara sendiri mempunyai sebagian metode artikulasi ataupun aksen, semacam aksen Gowa( Gwa, Lakiung). Marikh, Pangkep, serta Turatea( Jeneponto). Apalagi bahasa wilayah ini juga tercipta dari sebagian sub bahasa, ialah bentong, konjo pengunungan( kajang), selayar, serta konjo pantai. Setelah itu buat kaum Toraja sendiri memakai bahasa Toraja yang terdiri dari sebagian sub bahasa semacam Toala’, Tae’ dan Torajasa’ serta. Bahasa Tae’ dipergunakan di wilayah Masamba sampai akhir selatan Luwu Utaa, sebaliknya buat bahasa Torajasa’ serta dipergunakan buat Tana Toraja dan beberapa wilayah Luwu utara.

Tidak hanya bahasa, berbagai adat Sulawesi Selatan lain yang tidak takluk terkenalnya merupakan arsitektur khasnya. Dimana arsitektur konvensional Sulawesi Selatan ini diperlihatkan dalam wujud rumah adat. Julukan dari rumah adat kaum Toraja merupakan Tongkonan yang maksudnya merupakan gedung konferensi. Bagi keyakinan kaum Toraja, ada suatu ikatan akrab antara tongkonan, orang serta dunia.

Oleh karena itu, durasi dan metode pembangunan rumah adat ini juga wajib cocok dengan peraturan yang sudah dicocokkan dengan anutan aluk todolo. Sebaliknya buat rumah adat kaum Bugis serta Makassar sendiri diucap dengan Bola serta Balla. Kedua rumah adat ini mempunyai kecocokan dalam bidang wujudnya, ialah berbentuk rumah pentas yang mempunyai kolong dasar rumah. Tidak hanya 3 julukan rumah adat itu, Sulawesi Selatan pula mempunyai rumah adat lain yang tidak takluk istimewanya semacam attake, Bola Soba, Kaum Kajang serta lain serupanya.Busana Adat Sulawesi Selatan

Kaum Bugis( anak pria)

  • tope
  • songkok pute passapu
  • lopasabbe
  • pakambang
  • waju kasa

Kaum Bugis( wanita)

  • tope
  • jempang
  • waju ponco atau waju pella pella
  • lipa’ sabbe
  • waju bella dada
  • Kaum Toraja
  • pio
  • pakaian pokko
  • seppa
  • sambu
  • bayu toraya
  • Busana seremoni Kaum Toraja
  • passapu
  • Bayu toraya
  • salembang.

Kaum Makassar( Laki laki)

  • salawik
  • lipa
  • lipa’ sabb
  • passapu
  • songkok guru

Kaum Makassar( Perempuan)

  • jempang
  • salawik
  • lipa’
  • pakaian rawang
  • lipa’ sabbe

Busana Satu hari hari( pria)

  • lipa’ sabbe
  • songkok guru
  • jase tutu

Busana Satu hari hari( perempuan)

  • bodo
  • lipa’ sabbe

Buat kaum bugis, busana konvensional yang dikenakan oleh anak pria merupakan tpe, songkok pute passapu, lopasabbe, pakambang serta waju kasa. Sebaliknya buat wanita antara lain terdiri dari tope, jempang, waju ponco atau waju pella0pella, lipa’ sabbe, waju bella dada. Kemudian buat kaum Toraja memakai pio, pakaian pokko’, seppa’, sambu dan bayu toraya buat busana tiap hari. Serta buat busana seremoni memakai passapu’. Bayu toraya, dan salembang.

Setelah itu buat kaum Makassar memakai salawik, lipa’, lipa’ sabbe, passapu, serta songkok guru, sebaliknya perempuan mengenakan jempang, salawik, lipa’, pakaian rawang, serta lipa’ sabbe. Busana buat orang pria mengenakan lipa’ sabbe, songkok guru, serta jase tutu, sebaliknya buat perempuan berusia mengenakan pakaian bodo serta lipa’ sabbe bagaikan busana tiap hari. Dan songkok gaduk, songkok biring, sebaliknya anak perempuan menggunakan waju assusun. Buat laki- laki berusia pria menggunakan lipa’ sabbe, jase tutu, serta songkok guru, sebaliknya wanita mengenakan pakaian rawang, waju kasa, lipa’ sabbe buat busana seremoni.

Masyarakat Yang terdapat di Sulawesi Selatan

  • Bugis
  • Makassar
  • Mandar
  • Toraja
  • Duri
  • Pattinjo
  • Bone
  • Maiwa
  • Endekan
  • Pattae
  • Kajang atau Konjo
  • Gaya tari Sulawesi Selatan
  • Kaum Bugis serta Makassar
  • Pakarena
  • Pasere Pitupitu
  • Masselung Tana
  • Marumatang
  • Pajoge
  • Pamanca
  • Pajaga Andi
  • Paraga
  • Mappuka
  • Ganrang Bulo
  • Paolle
  • Maddogi
  • Kipas
  • Galaganjur
  • Salonreng
  • Paddupa Bossara
  • Padendang
  • Pattenung
  • Kaum Toraja
  • Ma’ gellu
  • Ma’ papangngan
  • Daun Bulan
  • Burake, Ma’ dandan
  • Manganda’
  • Manimbong
  • Pa’ bondesan
  • Ma’ bandong
  • Memanna
  • Ma’ katia
  • Ma’ paranding

Bagaikan salah satu berbagai kultur Sulawesi Selatan yang tercampur dalam keelokan konvensional, gaya tari konvensional mempunyai guna serta andil yang sedemikian itu berarti. Dimana biasanya tiap gaya tari konvensional mempunyai arti tertentu yang berhubungan dengan dini mula invensi gaya tari itu ataupun berhubungan dengan tujuan invensi gaya tari itu.

Lagu Tradisional

  • Perlengkapan nada Kaum Toraja
  • Pa’ pelle atau Pabarrung
  • Pa’ bas ataupun Pa’ pompang
  • Pa’ karombi
  • Pa’ geso’ geso
  • Kab Gowa
  • Jajakkang

Sedang dalam golongan keelokan konvensional, kali ini Sulawesi Selatan menunjukkan sebagian nada konvensional yang mempunyai suara istimewa serta sedemikian itu khas. Semacam mappadendang, ialah perlengkapan nada yang terdiri dari alu serta lesng. Jajakkang ialah perlengkapan nada yang dibuat dari kab. Gowa ialah perlengkapan nada yang terdiri dari kancing, bulo, bacing, dan orkes Toriolo ataupun orkes tempo dahulu Makassar. Sebaliknya buat kaum Kajang mempunyai msuk terdisional Basing- Basing, serta kaum Toraja mempunyai perlengkapan nada semacam Passuling, Pa’ pelle atau Pabarrung, Pa’ bas ataupun Pa’ pompang, Pa’ karombi, Pa’ geso’ geso, Rebana, serta Pa’ tulali.

Kerajinan rakyat

Kala bertamu ke Sulawesi Selatan Kamu hendak dengan gampang mendapati bermacam kerajinan orang bermutu besar. Mulai dari membordir sutera yang diucap dengan lipa’ sengkang, perahu penisi, seni memahat toraja, serta lain serupanya.

Buat kain membordir suteranya sendiri mempunyai sebagian warna khas semacam cure’ rnni, cure’ lobang, cure’ subbi dan cure’ bombang. Setelah itu buat perahu penisinya sendiri dibaut dengan lumayan istimewa, ialah tanpa memakai coretan ataupun lukisan. Serta umumnya para kreator perahu ini cuma mereka yang telah dengan cara turun temurun memperoleh kemampuan ini. Kemudian buat kultur Sulawesi Selatan yang lain ialah seni memahat Toraja, Kamu dapat menjumpainya dalam bermacam wujud. Mulai dari memahat kusen pada riasan bidang luar serta bidang dalamnya sampai bermacam kerajinan serta properti lain.

Seremoni Tradisional

Dalam tiap wilayah, nyaris seluruhnya mempunyai ritual spesial dalam buat memperingati ataupun memeringati sesuatu perihal. Tercantum di Sulawesi Selatan yang antara lain mempunyai sebagian ritual adat semacam Annyampa’ sanro serta a’ bayu minnya’ yang dipunyai oleh kaum Makassar. Sebaliknya buat kaum Bugis sendiri mempunyai seremoni adat dengan julukan makkatenni sanro, mappanre to mengindeng, serta maccera wettang. Serta Pancang Solo’, Mapasilaga tedong, Sisemba, da lain- lain yang dipunyai oleh kaum Toraja.

Leave a Comment